Selasa, 31 Maret 2009

Sepasang Merpati


Jiono
Seorang laki paruh baya. Tidak pernah diketahui ia dilahirkan oleh emaknya ditahun berapa. Emaknya lumayan pikun untuk mengingat-ingat tahun kelahiran Jiono. Laki-laki pekerja keras. Kulit hitam legam tubuh pendek kekar dengan gigi ompong. Otak 60% begitu orang-orang disekitar menyebutnya. Logat bicara jawa kental dan cadel. Status suami dengan 3 anak perempuan dari istri setia bernama Menik. Sejak awal hidupnya, Jiono hidup dalam garis kemiskinan. Tapi nasib itulah yang membuatnya kuat dan menjadi laki-laki hebat yang membuatku berdecak kagum.

Menik
Sosok istri yang bertanggung jawab. Orang-orang mengatakan ia tidak jauh dari suaminya, memiliki otak 50% dari batas manusia dikatakan normal. Setiap ucapnya yang juga cadel lebih ketara tidak jelas antara konsonan huruf-huruf yang ia ucapkan. Wanita tegar dengan jutaan kekurangan, yang aku kagumi. Meski mimiliki ribuan kekurangan di mata manusia normal pada umumnya, tapi ia pekerja keras dan ulet. Memiliki 3 anak perempuan dan semua normal dan sehat...Subhanallah!!

Awal Kisah Jiono dan Menik
Aku tidak sebegitu ingat kapan mulanya mereka bekerja di keluargaku. Aku masih terlalu kecil saat aku menyadari begitu banyak pekerja di rumah yang aku huni. Waktu itu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, waktu berita menggemparkan desaku dan juga keluargaku. Salah satu pekerja di rumahku diperkosa saat pulang dari rumah tetangganya hanya untuk sekedar melihat tayangan televisi. Kasus itu berakhir dengan baik, terbongkar pelakunya dan diselesaikan dengan kekeluargaan. Bayi Menik dilahirkan.
Saat anaknya berumur 1 tahunan. Ketua pekerja di rumahku bertanya kepada Menik "kamu mau kalau dinikahi sama Jiono?". Menik bilang emoh. Hahaha...ternyata Menik juga punya selera...ups...Tapi di tahun berikutnya.Tiba-tiba Menik menikah dengan Jiono. Apakah ini yang namanya jodoh?? Entahlah...
Sungguh indah rencana Tuhan...

Sepasang Merpati
Mereka hidup rukun, dirumah kecil dan memiliki 1 anak perempuan dari pernikahannya dengan Jiono. Kemana-mana mereka selalu bertiga, naik sepeda unta tua. Kehidupannya juga seperti manusia "normal" lainnya. Kehidupan yang sederhana.Dan juga romantis.Mencuci baju bersama, dijemur bersama sambil bercanda-canda. Saat aku melihat mereka, aq tersenyum simpul. Orang seperti mereka bisa hidup rukun dan langgeng....kenapa yang serba "normal" malah banyak yang cerai?? Apa beda mereka dengan "kita"?? Siapa yang waras?? "Kita" atau mereka itu? Sepasang merpati putih.....Usia pernikahan mereka sudah lebih dari 15 tahun. Dan sudah hampir menjadi kakek nenek yang kehidupannya langgeng-langgeng saja...

Senin, 30 Maret 2009

Janji-Janji Tuhan


Saat aku merasa sedih atau merasa sendiri aku selalu berusaha positif thinking pada kehidupan dan juga pada Sang Pencipta. Segala hal yang menimpaku di dunia ini ini hanyalah ujian dan latihan hidup. Bukan karena Tuhan tidak sayang kepadaku. Ini semua hanya untuk mengasah dan menempaku, untuk melatih jiwa ragaku agar aku menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Saat mengalami krisis kepercayaan tentang kehidupan...aku mencoba mengingat janji-janji Tuhan di tertuang di dalam Al-Qur'an. Janji-janji Tuhan yang membuat aku selalu bersemangat dalam menjalani hari-hariku.

Inilah sebagian janji-janji Tuhan yang membuat hidupku semangat:

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.s Al- Insyirah[94] : 5-6).

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (Q.s Ali Imran [3] : 186).

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Q.s Al-Baqarah [2] : 155).

"Apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpakan malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.s Al- Baqarah[2] : 214).

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (Q.s Al-Anbiya[21] : 35).

"Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya." (Q.s Al-Mu'minun[23] :62).

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Q.s Al-Baqarah[2] : 286).

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (Q.s Al-A'raf[7] : 42).

"Allah kelak akan memberikan kemudahan setelah kesulitan." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 7).

"...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (Q.s Al-Baqarah[2] :185).

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahuinya." (Q.s Al-Baqarah[2] : 216).

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Q.s Al-Ankabut[29] : 2-3).

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 3).

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 2).

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.s Al-Baqarah[2] : 214).

"Katakanlah: hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s Az-Zumar[39] : 53).

"Maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada orang-orang yang bertobat." (Q.s Al-Isra[17] : 25).

"Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.s Asy-Syura[42]: 30).

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat." (Q.s Hud[11] : 3).

"....Janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah ialah orang-orang yang kafir." (Q.s Yusuf[12]: 87).

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." (Q.s Al-Baqarah[2] : 263).

"Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan RasulNya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgndakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak." (Q.s Al Hadid[57] : 18).

"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Q.s Ali Imran[3] : 134).

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Q.s Ath-Thalaq[65]: 4).

"Barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.s Al-Araf[7] : 35).

"Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (Q.s Qaf[50]: 16).

Jumat, 27 Maret 2009

Suami Idaman


Tiap wanita yang belum menikah tentu punya gambaran, seperti apa suami yang diingkannya kelak. Begitu pula aku. Aku juga tahu bahwa didunia tidak ada yang sempurna. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pasangan yang sempurna? Semua pasti juga menginginkan. Tapi sekali lagi tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Suami seperti apa yang wanita inginkan??

Seagama. Memiliki iman yang kuat terhadap Tuhan dan agama yang diyakininya. Sehingga bisa membimbing istri dan anak ke arah yang baik dalam berumah tangga.

Mapan. Memiliki pekerjaan tetap. Karena dalam berumah tangga financial sangat diperlukan untuk menyokong kehidupan. Uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya butuh uang.

Berpendidikan. Apakan menurut kalian juga penting? Menurutku penting..

Perhatian. Kebanyakan laki-laki cuek..tapi tidak sedikit yang perhatian juga.

Bertanggung jawab. Nah yang ini wajib bangettt....

Tapi dari semua itu aku menyadari bahwa didunia tidak ada manusia yang sempurna. Aku harus belajar menerima kekurangan orang lain. Menerima kekurangan dan juga kelebihan pasangan kita.

Hikmah dibalik Suatu Bencana


Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat dihindari. Datangnya bencana tidak pernah ada yang bisa memprediksi, datang begitu saja dan tidak ada yang bisa menghindari. Begitu pula bencana yang terjadi di kelurahan Cirendeu, kecamatan Ciputat, kota Tangerang Selatan, Bantena, jebolnya tanggul Situ Gintung pada pukul 03.30. Disaat sebagian besar masyarakatnya masih terlelap dalam buaian mimpi. Tidak ada yang sempat menyelamatkan diri. 63 nyawa melayang sia-sia. Begitulah jika Tuhan berkehendak. Apapun akan terjadi dalam sekejap mata.

Kadang saat kita dilanda musibah, kita menyalahkan Tuhan. Kadang kita bertanya-tanya "mengapa mengalami hal ini?". Atau kita bertanya "mengapa Tuhan menyiksaku begini?". Tapi apakah kita sudah berfikir ulang, bahwa dibalik kejadian apapun itu pasti ada hikmah yang bisa kita ambil manfaatnya. ”Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR Al Bukhari). Atau saat kita cermati potongan ayat ini, "Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. 65:7)". Mari kita mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kita. Dan sepatutnya kita mensyukuri setiap nikmat-nikmat yang Tuhan berikan apa kita. Harusnya kita selalu yakin bencana terjadi juga karena Tuhan mengingatkan kita untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya.

Memilih Calon Suami


Banyak orang bilang, "jangan terlalu pilih-pilih". Ketika kita mengambil segala keputusan. Untuk urusan yang kecil maupun yang besar pastilah kita dihadapkan pada banyak pilihan. Ketika kita mengambil keputusan untuk urusan apapun aku diajarkan untuk berhati-hati. Begitu pula untuk urusan yang satu ini...memilih calon suami. Oh God...rumit.

Meski banyak orang bilang "jangan terlalu pilih-pilih", aku tetap pada pendirianku. Memilih pendamping hidupku. Apapun kata orang. Diusiaku yang mendekati kepala 3, belum memiliki pasangan. Sebenarnya aku sih menikmati kesendirian ini, tapi begitu bawelnya orang-orang disekitarku.

Memilih calon suami memang wajib hukumnya. Pernikahan itu kalo bisa seumur hidup sekali saja. Pernikahan kan bukan permainan, bukan pacaran, kalo bosan atau tidak cocok kita bisa memutuskan hubungan dengan mudahnya. Jadi ya harus bener-bener hati-hati. Karena menurutku kebahagiaan keluargaku dan kebahagiaan anak-anakku kelak juga salah satunya berasal dari ketepatanku memilih calon suami. Kalau memilih suami yang tidak bertanggung jawab, keluargaku juga akan ikut susah dan sedih begitupula anak-anak. Aku hanya berusaha, segala keputusan ada di tangan Tuhan. Manusia hanya berupaya sebaik mungkin. Dan semua sudah diatur sama Tuhan, kita tinggal berusaha.

Setiap orang punya pendapat masing-masing. Mungkin ada yang tidak cocok dengan pendapatku diatas. Whateverlah...aku menghargai perbedaan. Dengan perbedaan dunia terasa indah. Bagi teman-teman yang hendak melangsungkan pernikahan bicarakan visi dan misi kedepan kalian berdua, samakan persepsi. Dan semoga kita semua bisa membangun keluarga yang sakinah, mawadah warohmah.

Kesetiaan Senilai Satu Helai Bulu Anjing


Kesetiaan terhadap apapun itu dibutuhkan. Kesetiaan terhadap pasangan, agama, negara dan lain-lain. Tapi yang ingin aku bicarakan disini adalah kesetiaan terhadap pasangan kita. Kita tidak bisa menipu perasaan yang ada di hati kita saat kita telah memiliki pasangan tapi kita masih saja jatuh cinta pada yang lain. Kita semua tidak pernah tahu kenapa dan bagaimana awalnya. Semua terjadi begitu saja. Meski kita menyadari kesalahan yang telah kita perbuat.

Saat jatuh cinta lagi, hati kita berbunga-bunga. Dan lupa akan perasaan pasangan yang kita miliki. Apakah ia tahu kita sedang jatuh cinta lagi? Atau ia begitu cueknya sehingga tidak menyadari kita sedang melakukakan kesalahan? Tergantung kesensitifan pasangan kita...Atau tergantung kelihaian kita menipu pasangan??...

Jika kita menjadi Sang Pengkhianat, kita akan sangat menikmati perasaan itu. Tapi bagaimana kalo kita yang dikhianati? Bagaimana perasaan kita? Sakit? Nelangsa? Atau cuek-cuek saja?

Hewan aja tahu tentang kesetiaan. Contohnya burung merpati, saat pasangannya mati, ia tetap sendirian. Tidak kawin lagi sampai ia mati. Anjing memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap majikannya. Berusaha menjaga majikannya. Hmmm...kenapa kita tidak mencoba untuk setia ya......Atau karena kesetiaan kita masih senilai 1 helai bulu anjing???

Jatuh Cinta atau Sekedar Kagum


Apakah ada yang tahu apa perbedaan cinta, sayang, atau perasaan kagum? Apa bedanya? Entahlah...aku tidak bisa membedakan. Tapi aku pernah mendengar cinta adalah perasaan dimana kita memikirkankan seseorang, ingin selalu tahu ia lagi ngapain aja, berdebar saat bertemu, rindu, cemburu saat ia dekat dengan lawan jenis lain dan kita punya nafsu ke orang yang kita cintai. Kalau sayang cakupannya lebih universal, perasaan kita selalu ingin menjaga. Kagum..kita menilai seseorang penuh dengan penilaian positif tanpa ada keinganan yang kuat utuk memilikinya. Tapi entahlah....aku enggak bisa bedain...

Tiap kenal cowok yang menurutku menarik...aku bingung membedakan antara jatuh cinta, kagum atau sekedar sayang. Aku tidak pernah bisa membedakan semua itu...

Sholat Jum'at


Tadi aku tanya pada seorang sahabatku laki-laki apa hukumnya sholat jum'at bagi laki-laki. Ia bilang wajib. Dan aku bertanya bagaimana hukumnya sholat jum'at bagi orang yang cacat kakinya. Hingga untuk melangkah ke masjid saja susah. Ia menjelaskan selagi ada saudara atau teman yang bisa membantunya maka hukumnya wajib. Jika tidak ada sorang pun yang tidak bisa membantu maka tidak apa-apa tidak sholat jum'at. Hmmm...hanya Tuhanlah yang tahu.....

Aku mengenalnya beberap minggu yang lalu. Laki-laki yang mengagumkan. Ia sahabat teman sekerjaku. Aku memanggilnya mas Qiqi. Terlihat sangat dewasa orangnya. Aku dan ia hanya bertemu 1 kali saat ia datang ke tempat kerjaku untuk membicarakan masalah proyek yang sedang ia kerjakan dengan rekan kerjaku. Berlanjut dengan chatting dan sms. Orangnya enak diajak ngobrol. Humoris dan smart. Tuhan menciptakan sedikit ke tidak sempurnaan pada tubuhnya. Kaki sebelah kanan kurang tumbuh sempurna. Tapi dalam ketidaksempurnaan itu ia tumbuh dengan pribadi yang sangat menyenangkan. Sangat menghormati orang lain. Dan selalu memberi masukan-masukan di setiap pembicaan kami. Terus terang aku sangat kagum terhadap pribadinya.

Siang ini saat kami smsan dan mengingatkan untuk segera siap-siap sholat jum'at. Aku terperanjat atas jawabannya. "Nggak ada yang mbarengi ke masjid. Jadi ya dirumah saja", duh Tuhan....Untuk sholat jum'at untuk orang seperti ia begitu susahnya. Karena keterbatasan fisik dan di kota ini ia hanya pengunjung. Ia dari luar kota. Kenapa laki-laki yang fisiknya sempurna banyak yang tidak sholat jum'at karena malas. Tapi ini.....ada laki-laki yang ingin sholat jum'at tapi karena kelemahan di fisiknya...jadi terhambat ke inginannya. Tuhan...tolonglah ia...Mudahkan jalannya untuk bersujud padaMU.

Kamis, 26 Maret 2009

Sahabat Terbaikku


Kata orang mencari musuh itu gampang, dibandingkan mencari sahabat. Hmmm...mungkin ada benarnya juga. Meski dalam kehidupanku menurutku sangat mudah mendapatkan teman atau sahabat. Entahlah...tapi begitu menurutku. Mendapatkan sahabat bagiku sangat mudah.

Salah satu sahabat terbaikku bernama Krisnawati. Nama yang sangat simpel. Sesimpel pola hidup ia yang tidak neko-neko. Aku berteman dengannya sejak kami sama-sama belum sekolah. Yah sekitar 22tahun yang lalu. Rumahku dan rumahnya begitu dekat, berhadap-hadapan dipisahkan jalan. Meski namanya Krisna tapi aku lebih suka memanggilnya dengan panggilan "jreng". 

Meski dilahirkan dari keluarga kaya, tapi ia tidak sombong. Dan sejak kecil selalu membantuku. Aku sangat mengaguminya. Usianya 1 tahun diatasku. Sangat ngayomi dan selalu berusaha ada untukku saat aku susah dan senang. Tuhan menciptakan satu malaikat berwujud manusia lagi untukku...Terima kasih Tuhan.

Kemarin ia datang ke malang, seharian kami bersama. Masih saja ia sibuk mencari kerja, dalam tiap baris doaku aq selipkan doa untuknya. Semoga ia cepat mendapat pekerjaan yang sesuai dengannya dan juga jodoh untuknya. Seumur-umur ia yang pendiam ini tidak pernah mengenal namanya pacaran. Hebat ia itu...^^. Semangat ya Jrenk.....

Alhamdulillah..Hari ini Aku Bukan Tokek


Kejadian ini aku alami bulan desember tahun lalu. Saat itu ada seorang laki-laki yang mendekatiku. Aku memanggilnya "mas Bams". Laki-laki berperawakan kerempeng. Umur masih dibawah umurku 2 tahun. Tapi wajah dewasanya terlihat lebih tua dia dibandingkan wajahku. Hidung mancung dan kalimat-kalimat rayuan gombal yang sering terlontar dari mulutnya. Aku mengenalnya 2 tahun lalu di dunia maya dan ternyata ia mantan rekan kerja sahabatku.

Di bulan Desember musim penghujan. Saat hatiku dilanda rasa gundah setelah kegagalanku menjalin hubungan asmara. Ia mendekatiku dan menyita banyak waktuku. Menyerobot sebagian perhatianku. Tapi aku sadar aku keliru, memberi ia peluang memasuki kehidupanku.

Akhir desember aku ingin menghentikan langkah dan segala upayanya mencintaiku. Aku dan ia mampir disebuah kedai kopi dipinggir jalan, sore itu hujan deras mengguyur kota tercintaku. Saat aku mengutarakan keinginanku dan ia termanggu, datang dua laki-laki separo baya menghampiri kedai. Mereka mengendarai satu sepeda motor dan dibelakang sepeda itu ada keranjang besar. Seketika mataku terbelalak melihat isi keranjang motor yang diguyur air hujan itu.Tokek!!! Berisi sangat banyak tokek!! Tokek-tokek itu terdiam dalam guyuran air hujan.

Mas Bamz masih saja terpekur dan merenungi semua ucapanku. Sambil sekali-kali ia menghisap rokoknya dalam-dalam. Aku juga bermain dengan pikiranku sendiri, berkecamuk. Saat mataku menatap keranjang tokek itu...entah kenapa tiba-tiba aq berucap "alhamdulillah hari ini kita bukan tokek". Seketika mas Bamz menoleh menatapku. Mata sayunya menyiratkan kesedihan yang mendalam. Ia bertanya "apa yang kamu maksud?". Aku tersenyum memandangnya dan menjawab, "ya alhamdulillah,,,hari ini kita bukan tokek. Coba kalo kita jadi tokek-tokek yang didalam keranjang itu. Sedihkan....kita ditangkap, terpisah dari keluarga,teman dan kekasih. Udah gitu kita dimasukkan ke dalam keranjang...trus dibiarin kehujanan sebelom kita dibunuh". Mendengar jawabanku, pandangannya beralih ke keranjang tokek, dan kembali menoleh padaku sambil tersenyum.

Hujan mulai reda dan aku mengajaknya pulang. Ia menyetujuinya, ketika berjalan menuju motor tiba-tiba mas Bamz membelai kepalaku dan berucap, "terima kasih". Aku bertanya, buat apa terima kasihnya. Tapi ia tidak menjawab cuma tersenyum sambil menatapku sesaat sebelum kami meninggalkan kedai itu.

Sesampai didepan rumah, dan ia pamit pulang.Ia masih menatapku lama sambil berucap terima kasih. Aku cuma tersenyum. Saat aku memasuki rumah, terasa sekali rasa syukur di hatiku. "Alhamdulillah hari ini aku bukan tokek...". Tapi aku lebih bersyukur aku bukan istri mas Bamz. Ya...ia suami orang yang sedang jatuh cinta padaku. Dan aku juga bersyukur, aku bukan mas Bamz. Laki-laki yang sedang diuji kesetiaannya. Alhamdulillah hari ini aku masih tetap aku.

My Guardian Angel


Aq sangat percaya bahwa tiap manusia memiliki malaikat-malaikat penjaga. Tapi kadang orang menyebut malaikat itu "makhluk khayalan yang begitu sempurna". Ada begitu banyak malaikat di muka bumi ini yang di ciptakan Tuhan. Dan masing-masing manusia memiliki malaikat penjaga. Kadang kita tidak menyadari malaikat itu dalam wujud manusia.

Dalam hidupq, aq memiliki beberapa "malaikat penjaga". Malaikat dalam bentuk manusia, yang serba tidak sempurna. Tapi dalam ketidaksempurnaannya mereka berusaha untuk sempurna. "Pakdhe dan Budhe", begitu aku memanggil mereka berdua. Dua malaikat penjagaku. Tuhan menciptakannya untuk menggantikan posisi orang tuaku.

Sosok orang tua yang sangat berwibawa dan bersahaja. Meski mereka bukan orang tuaku tapi aku menganggap merekalah yang terbaik dalam kehidupanku. Hingga aq merasa begitu enggan jauh dari mereka. Mungkin seperti itulah yang dirasakan teman-teman kepada orang tuanya. Oh..paling gitu ya rasanya jika kita hidup bersama orang tua. Tuhan...terima kasih...meski aku tidak bersama orang tuaku, Engkau menciptakan mereka berdua untukku. Menjadi malaikat-malaikat penjagaku.

Disenyum mereka itu aku melihat pancaran kebahagiaan telah menghantarkan aku sampai wisudaku. Senyuman itu aku abadikan dalam jepretan kamera. Aku ingin selalu memandang senyum itu meski mereka berada ditempat yang jauh. Tuhan..beri umur yang panjang dan kesehatan bagi malaikat-malaikatku.