Kamis, 26 Maret 2009

Sahabat Terbaikku


Kata orang mencari musuh itu gampang, dibandingkan mencari sahabat. Hmmm...mungkin ada benarnya juga. Meski dalam kehidupanku menurutku sangat mudah mendapatkan teman atau sahabat. Entahlah...tapi begitu menurutku. Mendapatkan sahabat bagiku sangat mudah.

Salah satu sahabat terbaikku bernama Krisnawati. Nama yang sangat simpel. Sesimpel pola hidup ia yang tidak neko-neko. Aku berteman dengannya sejak kami sama-sama belum sekolah. Yah sekitar 22tahun yang lalu. Rumahku dan rumahnya begitu dekat, berhadap-hadapan dipisahkan jalan. Meski namanya Krisna tapi aku lebih suka memanggilnya dengan panggilan "jreng". 

Meski dilahirkan dari keluarga kaya, tapi ia tidak sombong. Dan sejak kecil selalu membantuku. Aku sangat mengaguminya. Usianya 1 tahun diatasku. Sangat ngayomi dan selalu berusaha ada untukku saat aku susah dan senang. Tuhan menciptakan satu malaikat berwujud manusia lagi untukku...Terima kasih Tuhan.

Kemarin ia datang ke malang, seharian kami bersama. Masih saja ia sibuk mencari kerja, dalam tiap baris doaku aq selipkan doa untuknya. Semoga ia cepat mendapat pekerjaan yang sesuai dengannya dan juga jodoh untuknya. Seumur-umur ia yang pendiam ini tidak pernah mengenal namanya pacaran. Hebat ia itu...^^. Semangat ya Jrenk.....

Alhamdulillah..Hari ini Aku Bukan Tokek


Kejadian ini aku alami bulan desember tahun lalu. Saat itu ada seorang laki-laki yang mendekatiku. Aku memanggilnya "mas Bams". Laki-laki berperawakan kerempeng. Umur masih dibawah umurku 2 tahun. Tapi wajah dewasanya terlihat lebih tua dia dibandingkan wajahku. Hidung mancung dan kalimat-kalimat rayuan gombal yang sering terlontar dari mulutnya. Aku mengenalnya 2 tahun lalu di dunia maya dan ternyata ia mantan rekan kerja sahabatku.

Di bulan Desember musim penghujan. Saat hatiku dilanda rasa gundah setelah kegagalanku menjalin hubungan asmara. Ia mendekatiku dan menyita banyak waktuku. Menyerobot sebagian perhatianku. Tapi aku sadar aku keliru, memberi ia peluang memasuki kehidupanku.

Akhir desember aku ingin menghentikan langkah dan segala upayanya mencintaiku. Aku dan ia mampir disebuah kedai kopi dipinggir jalan, sore itu hujan deras mengguyur kota tercintaku. Saat aku mengutarakan keinginanku dan ia termanggu, datang dua laki-laki separo baya menghampiri kedai. Mereka mengendarai satu sepeda motor dan dibelakang sepeda itu ada keranjang besar. Seketika mataku terbelalak melihat isi keranjang motor yang diguyur air hujan itu.Tokek!!! Berisi sangat banyak tokek!! Tokek-tokek itu terdiam dalam guyuran air hujan.

Mas Bamz masih saja terpekur dan merenungi semua ucapanku. Sambil sekali-kali ia menghisap rokoknya dalam-dalam. Aku juga bermain dengan pikiranku sendiri, berkecamuk. Saat mataku menatap keranjang tokek itu...entah kenapa tiba-tiba aq berucap "alhamdulillah hari ini kita bukan tokek". Seketika mas Bamz menoleh menatapku. Mata sayunya menyiratkan kesedihan yang mendalam. Ia bertanya "apa yang kamu maksud?". Aku tersenyum memandangnya dan menjawab, "ya alhamdulillah,,,hari ini kita bukan tokek. Coba kalo kita jadi tokek-tokek yang didalam keranjang itu. Sedihkan....kita ditangkap, terpisah dari keluarga,teman dan kekasih. Udah gitu kita dimasukkan ke dalam keranjang...trus dibiarin kehujanan sebelom kita dibunuh". Mendengar jawabanku, pandangannya beralih ke keranjang tokek, dan kembali menoleh padaku sambil tersenyum.

Hujan mulai reda dan aku mengajaknya pulang. Ia menyetujuinya, ketika berjalan menuju motor tiba-tiba mas Bamz membelai kepalaku dan berucap, "terima kasih". Aku bertanya, buat apa terima kasihnya. Tapi ia tidak menjawab cuma tersenyum sambil menatapku sesaat sebelum kami meninggalkan kedai itu.

Sesampai didepan rumah, dan ia pamit pulang.Ia masih menatapku lama sambil berucap terima kasih. Aku cuma tersenyum. Saat aku memasuki rumah, terasa sekali rasa syukur di hatiku. "Alhamdulillah hari ini aku bukan tokek...". Tapi aku lebih bersyukur aku bukan istri mas Bamz. Ya...ia suami orang yang sedang jatuh cinta padaku. Dan aku juga bersyukur, aku bukan mas Bamz. Laki-laki yang sedang diuji kesetiaannya. Alhamdulillah hari ini aku masih tetap aku.

My Guardian Angel


Aq sangat percaya bahwa tiap manusia memiliki malaikat-malaikat penjaga. Tapi kadang orang menyebut malaikat itu "makhluk khayalan yang begitu sempurna". Ada begitu banyak malaikat di muka bumi ini yang di ciptakan Tuhan. Dan masing-masing manusia memiliki malaikat penjaga. Kadang kita tidak menyadari malaikat itu dalam wujud manusia.

Dalam hidupq, aq memiliki beberapa "malaikat penjaga". Malaikat dalam bentuk manusia, yang serba tidak sempurna. Tapi dalam ketidaksempurnaannya mereka berusaha untuk sempurna. "Pakdhe dan Budhe", begitu aku memanggil mereka berdua. Dua malaikat penjagaku. Tuhan menciptakannya untuk menggantikan posisi orang tuaku.

Sosok orang tua yang sangat berwibawa dan bersahaja. Meski mereka bukan orang tuaku tapi aku menganggap merekalah yang terbaik dalam kehidupanku. Hingga aq merasa begitu enggan jauh dari mereka. Mungkin seperti itulah yang dirasakan teman-teman kepada orang tuanya. Oh..paling gitu ya rasanya jika kita hidup bersama orang tua. Tuhan...terima kasih...meski aku tidak bersama orang tuaku, Engkau menciptakan mereka berdua untukku. Menjadi malaikat-malaikat penjagaku.

Disenyum mereka itu aku melihat pancaran kebahagiaan telah menghantarkan aku sampai wisudaku. Senyuman itu aku abadikan dalam jepretan kamera. Aku ingin selalu memandang senyum itu meski mereka berada ditempat yang jauh. Tuhan..beri umur yang panjang dan kesehatan bagi malaikat-malaikatku.