
Jiono
Seorang laki paruh baya. Tidak pernah diketahui ia dilahirkan oleh emaknya ditahun berapa. Emaknya lumayan pikun untuk mengingat-ingat tahun kelahiran Jiono. Laki-laki pekerja keras. Kulit hitam legam tubuh pendek kekar dengan gigi ompong. Otak 60% begitu orang-orang disekitar menyebutnya. Logat bicara jawa kental dan cadel. Status suami dengan 3 anak perempuan dari istri setia bernama Menik. Sejak awal hidupnya, Jiono hidup dalam garis kemiskinan. Tapi nasib itulah yang membuatnya kuat dan menjadi laki-laki hebat yang membuatku berdecak kagum.
Menik
Sosok istri yang bertanggung jawab. Orang-orang mengatakan ia tidak jauh dari suaminya, memiliki otak 50% dari batas manusia dikatakan normal. Setiap ucapnya yang juga cadel lebih ketara tidak jelas antara konsonan huruf-huruf yang ia ucapkan. Wanita tegar dengan jutaan kekurangan, yang aku kagumi. Meski mimiliki ribuan kekurangan di mata manusia normal pada umumnya, tapi ia pekerja keras dan ulet. Memiliki 3 anak perempuan dan semua normal dan sehat...Subhanallah!!
Awal Kisah Jiono dan Menik
Aku tidak sebegitu ingat kapan mulanya mereka bekerja di keluargaku. Aku masih terlalu kecil saat aku menyadari begitu banyak pekerja di rumah yang aku huni. Waktu itu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, waktu berita menggemparkan desaku dan juga keluargaku. Salah satu pekerja di rumahku diperkosa saat pulang dari rumah tetangganya hanya untuk sekedar melihat tayangan televisi. Kasus itu berakhir dengan baik, terbongkar pelakunya dan diselesaikan dengan kekeluargaan. Bayi Menik dilahirkan.
Saat anaknya berumur 1 tahunan. Ketua pekerja di rumahku bertanya kepada Menik "kamu mau kalau dinikahi sama Jiono?". Menik bilang emoh. Hahaha...ternyata Menik juga punya selera...ups...Tapi di tahun berikutnya.Tiba-tiba Menik menikah dengan Jiono. Apakah ini yang namanya jodoh?? Entahlah...Sungguh indah rencana Tuhan...
Sepasang Merpati
Mereka hidup rukun, dirumah kecil dan memiliki 1 anak perempuan dari pernikahannya dengan Jiono. Kemana-mana mereka selalu bertiga, naik sepeda unta tua. Kehidupannya juga seperti manusia "normal" lainnya. Kehidupan yang sederhana.Dan juga romantis.Mencuci baju bersama, dijemur bersama sambil bercanda-canda. Saat aku melihat mereka, aq tersenyum simpul. Orang seperti mereka bisa hidup rukun dan langgeng....kenapa yang serba "normal" malah banyak yang cerai?? Apa beda mereka dengan "kita"?? Siapa yang waras?? "Kita" atau mereka itu? Sepasang merpati putih.....Usia pernikahan mereka sudah lebih dari 15 tahun. Dan sudah hampir menjadi kakek nenek yang kehidupannya langgeng-langgeng saja...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar