Akhir-akhir ini aku lebih memikirkan diriku sendiri dari pada orang disekelilingku.Hmm...kedengarannya egois ya? Yah mau gimana lagi, siapa yang memikirkan diri kita jika tidak kita mulai dari diri kita sendiri?
Dan ketika benar-benar belajar memperhatikan diri kita sendiri, memahami diri kita sendiri sangatlah sulit. Kadang aku tidak tahu apa yang aku inginkan sendiri. Jadi aku butuh waktu untuk benar-benar memahami diriku sendiri. Semua memang tidak bisa jika memahami secara instant, tapi butuh waktu. Dari tahun ke tahun, semakin aku tahu diriku. Dengan aku semakin tahu diriku, aku semakin tahu cara menghargai diriku sendiri.
Dulu aku sering melakukan hal2 yang jauh dari kata menghargai diri sendiri. Meski akhirnya ada beberapa yang menganggapku angkuh, mereka cuma tidak tahu cara menghargai diri sendiri. Melakukan hal-hal yang tidak merugikan diriku sendiri. Selalu menghitung untung dan rugi dalam melakukan apapun. Itu tindakan yang pertama untuk menghargai diri sendiri.
Tindakan kedua yakni tegas dalam segala hal. Meski kesannya sedikit arogan. Aku harus tegas terhadap siapapun. Dalam menentukan keputusan aku pun bertindak tegas. Aku tidak mau merugikan diriku dalam mengambil suatu keputusan. Agar orang lain tahu apa yang kita suka dan tidak kita suka. Jangan semua terserah pada orang lain dalam mengambil keputusan. Kita harus tahu mana yang baik untuk kita dan kalau bisa yang tidak merugikan orang lain.
Tindakan ketiga dengan ekspresi. Aku tidak pernah ragu menunjukkan ekspresi marah atau ketidaksukaanku terharap tindakan orang lain yang aku kira bisa merugikan diriku. Biar orang lain tidak seenaknya sendiri terhadap diriku.
Ini hanya sebagian saja dari caraku menghargai diri sendiri. Tidak tahu lagi cara orang lain. Ini hanyalah diriku. Entah kamu, ia atau mereka. Kalian punya tata cara sendiri-sendiri.
