Jumat, 27 Maret 2009

Suami Idaman


Tiap wanita yang belum menikah tentu punya gambaran, seperti apa suami yang diingkannya kelak. Begitu pula aku. Aku juga tahu bahwa didunia tidak ada yang sempurna. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pasangan yang sempurna? Semua pasti juga menginginkan. Tapi sekali lagi tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Suami seperti apa yang wanita inginkan??

Seagama. Memiliki iman yang kuat terhadap Tuhan dan agama yang diyakininya. Sehingga bisa membimbing istri dan anak ke arah yang baik dalam berumah tangga.

Mapan. Memiliki pekerjaan tetap. Karena dalam berumah tangga financial sangat diperlukan untuk menyokong kehidupan. Uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya butuh uang.

Berpendidikan. Apakan menurut kalian juga penting? Menurutku penting..

Perhatian. Kebanyakan laki-laki cuek..tapi tidak sedikit yang perhatian juga.

Bertanggung jawab. Nah yang ini wajib bangettt....

Tapi dari semua itu aku menyadari bahwa didunia tidak ada manusia yang sempurna. Aku harus belajar menerima kekurangan orang lain. Menerima kekurangan dan juga kelebihan pasangan kita.

Hikmah dibalik Suatu Bencana


Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat dihindari. Datangnya bencana tidak pernah ada yang bisa memprediksi, datang begitu saja dan tidak ada yang bisa menghindari. Begitu pula bencana yang terjadi di kelurahan Cirendeu, kecamatan Ciputat, kota Tangerang Selatan, Bantena, jebolnya tanggul Situ Gintung pada pukul 03.30. Disaat sebagian besar masyarakatnya masih terlelap dalam buaian mimpi. Tidak ada yang sempat menyelamatkan diri. 63 nyawa melayang sia-sia. Begitulah jika Tuhan berkehendak. Apapun akan terjadi dalam sekejap mata.

Kadang saat kita dilanda musibah, kita menyalahkan Tuhan. Kadang kita bertanya-tanya "mengapa mengalami hal ini?". Atau kita bertanya "mengapa Tuhan menyiksaku begini?". Tapi apakah kita sudah berfikir ulang, bahwa dibalik kejadian apapun itu pasti ada hikmah yang bisa kita ambil manfaatnya. ”Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR Al Bukhari). Atau saat kita cermati potongan ayat ini, "Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. 65:7)". Mari kita mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kita. Dan sepatutnya kita mensyukuri setiap nikmat-nikmat yang Tuhan berikan apa kita. Harusnya kita selalu yakin bencana terjadi juga karena Tuhan mengingatkan kita untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya.

Memilih Calon Suami


Banyak orang bilang, "jangan terlalu pilih-pilih". Ketika kita mengambil segala keputusan. Untuk urusan yang kecil maupun yang besar pastilah kita dihadapkan pada banyak pilihan. Ketika kita mengambil keputusan untuk urusan apapun aku diajarkan untuk berhati-hati. Begitu pula untuk urusan yang satu ini...memilih calon suami. Oh God...rumit.

Meski banyak orang bilang "jangan terlalu pilih-pilih", aku tetap pada pendirianku. Memilih pendamping hidupku. Apapun kata orang. Diusiaku yang mendekati kepala 3, belum memiliki pasangan. Sebenarnya aku sih menikmati kesendirian ini, tapi begitu bawelnya orang-orang disekitarku.

Memilih calon suami memang wajib hukumnya. Pernikahan itu kalo bisa seumur hidup sekali saja. Pernikahan kan bukan permainan, bukan pacaran, kalo bosan atau tidak cocok kita bisa memutuskan hubungan dengan mudahnya. Jadi ya harus bener-bener hati-hati. Karena menurutku kebahagiaan keluargaku dan kebahagiaan anak-anakku kelak juga salah satunya berasal dari ketepatanku memilih calon suami. Kalau memilih suami yang tidak bertanggung jawab, keluargaku juga akan ikut susah dan sedih begitupula anak-anak. Aku hanya berusaha, segala keputusan ada di tangan Tuhan. Manusia hanya berupaya sebaik mungkin. Dan semua sudah diatur sama Tuhan, kita tinggal berusaha.

Setiap orang punya pendapat masing-masing. Mungkin ada yang tidak cocok dengan pendapatku diatas. Whateverlah...aku menghargai perbedaan. Dengan perbedaan dunia terasa indah. Bagi teman-teman yang hendak melangsungkan pernikahan bicarakan visi dan misi kedepan kalian berdua, samakan persepsi. Dan semoga kita semua bisa membangun keluarga yang sakinah, mawadah warohmah.

Kesetiaan Senilai Satu Helai Bulu Anjing


Kesetiaan terhadap apapun itu dibutuhkan. Kesetiaan terhadap pasangan, agama, negara dan lain-lain. Tapi yang ingin aku bicarakan disini adalah kesetiaan terhadap pasangan kita. Kita tidak bisa menipu perasaan yang ada di hati kita saat kita telah memiliki pasangan tapi kita masih saja jatuh cinta pada yang lain. Kita semua tidak pernah tahu kenapa dan bagaimana awalnya. Semua terjadi begitu saja. Meski kita menyadari kesalahan yang telah kita perbuat.

Saat jatuh cinta lagi, hati kita berbunga-bunga. Dan lupa akan perasaan pasangan yang kita miliki. Apakah ia tahu kita sedang jatuh cinta lagi? Atau ia begitu cueknya sehingga tidak menyadari kita sedang melakukakan kesalahan? Tergantung kesensitifan pasangan kita...Atau tergantung kelihaian kita menipu pasangan??...

Jika kita menjadi Sang Pengkhianat, kita akan sangat menikmati perasaan itu. Tapi bagaimana kalo kita yang dikhianati? Bagaimana perasaan kita? Sakit? Nelangsa? Atau cuek-cuek saja?

Hewan aja tahu tentang kesetiaan. Contohnya burung merpati, saat pasangannya mati, ia tetap sendirian. Tidak kawin lagi sampai ia mati. Anjing memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap majikannya. Berusaha menjaga majikannya. Hmmm...kenapa kita tidak mencoba untuk setia ya......Atau karena kesetiaan kita masih senilai 1 helai bulu anjing???

Jatuh Cinta atau Sekedar Kagum


Apakah ada yang tahu apa perbedaan cinta, sayang, atau perasaan kagum? Apa bedanya? Entahlah...aku tidak bisa membedakan. Tapi aku pernah mendengar cinta adalah perasaan dimana kita memikirkankan seseorang, ingin selalu tahu ia lagi ngapain aja, berdebar saat bertemu, rindu, cemburu saat ia dekat dengan lawan jenis lain dan kita punya nafsu ke orang yang kita cintai. Kalau sayang cakupannya lebih universal, perasaan kita selalu ingin menjaga. Kagum..kita menilai seseorang penuh dengan penilaian positif tanpa ada keinganan yang kuat utuk memilikinya. Tapi entahlah....aku enggak bisa bedain...

Tiap kenal cowok yang menurutku menarik...aku bingung membedakan antara jatuh cinta, kagum atau sekedar sayang. Aku tidak pernah bisa membedakan semua itu...

Sholat Jum'at


Tadi aku tanya pada seorang sahabatku laki-laki apa hukumnya sholat jum'at bagi laki-laki. Ia bilang wajib. Dan aku bertanya bagaimana hukumnya sholat jum'at bagi orang yang cacat kakinya. Hingga untuk melangkah ke masjid saja susah. Ia menjelaskan selagi ada saudara atau teman yang bisa membantunya maka hukumnya wajib. Jika tidak ada sorang pun yang tidak bisa membantu maka tidak apa-apa tidak sholat jum'at. Hmmm...hanya Tuhanlah yang tahu.....

Aku mengenalnya beberap minggu yang lalu. Laki-laki yang mengagumkan. Ia sahabat teman sekerjaku. Aku memanggilnya mas Qiqi. Terlihat sangat dewasa orangnya. Aku dan ia hanya bertemu 1 kali saat ia datang ke tempat kerjaku untuk membicarakan masalah proyek yang sedang ia kerjakan dengan rekan kerjaku. Berlanjut dengan chatting dan sms. Orangnya enak diajak ngobrol. Humoris dan smart. Tuhan menciptakan sedikit ke tidak sempurnaan pada tubuhnya. Kaki sebelah kanan kurang tumbuh sempurna. Tapi dalam ketidaksempurnaan itu ia tumbuh dengan pribadi yang sangat menyenangkan. Sangat menghormati orang lain. Dan selalu memberi masukan-masukan di setiap pembicaan kami. Terus terang aku sangat kagum terhadap pribadinya.

Siang ini saat kami smsan dan mengingatkan untuk segera siap-siap sholat jum'at. Aku terperanjat atas jawabannya. "Nggak ada yang mbarengi ke masjid. Jadi ya dirumah saja", duh Tuhan....Untuk sholat jum'at untuk orang seperti ia begitu susahnya. Karena keterbatasan fisik dan di kota ini ia hanya pengunjung. Ia dari luar kota. Kenapa laki-laki yang fisiknya sempurna banyak yang tidak sholat jum'at karena malas. Tapi ini.....ada laki-laki yang ingin sholat jum'at tapi karena kelemahan di fisiknya...jadi terhambat ke inginannya. Tuhan...tolonglah ia...Mudahkan jalannya untuk bersujud padaMU.