
Saat aku merasa sedih atau merasa sendiri aku selalu berusaha positif thinking pada kehidupan dan juga pada Sang Pencipta. Segala hal yang menimpaku di dunia ini ini hanyalah ujian dan latihan hidup. Bukan karena Tuhan tidak sayang kepadaku. Ini semua hanya untuk mengasah dan menempaku, untuk melatih jiwa ragaku agar aku menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Saat mengalami krisis kepercayaan tentang kehidupan...aku mencoba mengingat janji-janji Tuhan di tertuang di dalam Al-Qur'an. Janji-janji Tuhan yang membuat aku selalu bersemangat dalam menjalani hari-hariku.
Inilah sebagian janji-janji Tuhan yang membuat hidupku semangat:
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.s Al- Insyirah[94] : 5-6).
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (Q.s Ali Imran [3] : 186).
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Q.s Al-Baqarah [2] : 155).
"Apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpakan malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.s Al- Baqarah[2] : 214).
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (Q.s Al-Anbiya[21] : 35).
"Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya." (Q.s Al-Mu'minun[23] :62).
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Q.s Al-Baqarah[2] : 286).
"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (Q.s Al-A'raf[7] : 42).
"Allah kelak akan memberikan kemudahan setelah kesulitan." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 7).
"...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (Q.s Al-Baqarah[2] :185).
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahuinya." (Q.s Al-Baqarah[2] : 216).
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Q.s Al-Ankabut[29] : 2-3).
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 3).
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 2).
"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.s Al-Baqarah[2] : 214).
"Katakanlah: hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s Az-Zumar[39] : 53).
"Maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada orang-orang yang bertobat." (Q.s Al-Isra[17] : 25).
"Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.s Asy-Syura[42]: 30).
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat." (Q.s Hud[11] : 3).
"....Janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah ialah orang-orang yang kafir." (Q.s Yusuf[12]: 87).
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." (Q.s Al-Baqarah[2] : 263).
"Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan RasulNya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgndakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak." (Q.s Al Hadid[57] : 18).
"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Q.s Ali Imran[3] : 134).
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Q.s Ath-Thalaq[65]: 4).
"Barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.s Al-Araf[7] : 35).
"Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (Q.s Qaf[50]: 16).
