Selasa, 16 Juni 2009

kamu

Mataku masih nanar memandang tubuh mungil berlarian di halaman itu. Wajahnya riang tertawa terbahak-bahak. Sesekali aku tersenyum padanya. Hufff....akhirnya kamu bisa diterima di hati mama dan papamu. Ada perasaan lega terbersit dihatiku. Kamu yang lucu dan menggemaskan seperti itu, pasti banyak yang menyukaimu. Tapi mungkin tidak dihati busuk mama dan papamu dulu.

Aku masih ingat jelas rentetan peristiwa yang mengiringi kehadiranmu di muka bumi ini. Sangat jelas dan sungguh jelas diotakku. Berawal dari kecerobohan mamamu, yang tidak berhati-hati dalam bertindak. Mama dan papamu adalah sahabatku. Papamu baru aku kenal setelah pacaran dengan mamamu. Sedangkan mamamu adalah sahabat dari masa kecilku.

Hari itu aku kedatangan kakak dari mamamu. Ia datang sambil menangis, meminta bantuanku untuk membujuk mamamu. Terus terang aku kaget, mamamu hamil....dan ia sudah memakai cara untuk menggugurkan janinnya...yaitu kamu. Tuhan....saat itu yg terpikir diotakku cuma kamu! Aku harus berhasil melindungimu. Dan aku meminta waktu berpikir cara membujuk mamamu. Dengan tekat bulat aku harus berhasil melindungimu.

Sore itu juga aku datang ditempat usaha yang mamamu dirikan. Mamamu memang wanita pekerja keras, diusia mudanya ia sudah memiliki usaha sendiri. Aku berada di dalam kamar tempat kerja mamamu, aku tanya pelan-pelan, terus terang aku takut menyinggung perasaannya yang sedang labil. Dan akhirnya ia mengakui semua....dan aku terdiam ingin menangis didepannya yg sedang menangis pilu, aku tak sanggup menambah beban pikiran ia. Akhirnya dengan satu ucapan yang tiba-tiba keluar begitu saja, ia terdiam...Aku bilang ke mamamu " ada seorang pelacur, ia menjual diri untuk menghidupi anaknya dan menyekolahkan anaknya sampai setinggi-tingginya. Ia rela menjadi pelacur, demi anaknya. Lha kamu? melakukan "itu" dan kemudian kamu hamil....kamu malah ingin membunuhnya....rendahan mana kamu sama pelacur???". Ia cuma menangis...mamamu menangis dipelukanku. Dan aku bilang satu hal lagi pada mamamu "jika kamu ingin menggugurkan ia,terserah kamu. Tapi kamu jangan cari aku, dan aku rela tidak mengenalmu lagi". Mamamu cuma bisa menggeleng sambil terus menangis.

Laki-laki yang kini menjadi papamu mau bertanggung jawab saat itu. Mama dan papamu akhirnya mempertahankan kamu. Hufff....lega juga. Dan sekarang, kamu sudah hadir disini. Diantara kami..Kamu tumbuh sempurna...lucu dan menggemaskan. Selamat datang di dunia...cantik.....

Senin, 08 Juni 2009

menghargai diri sendiri

Hal yang menurutku sulit adalah menghargai diri kita sendiri. Belajar menghargai orang lain mudah, tapi ketika harus menghargai diri kita sendiri kita merasa kesulitan. Jika kita ingin diri kita dihargai orang lain, harusnya kita bisa menempatkan posisi kita untuk dihargai orang lain. Kita sering melakukan tindakan-tindakan yang memalukan diri kita sendiri, dan yang menjatuhkan harkat martabat kita sendiri tanpa kita sadari.

Akhir-akhir ini aku lebih memikirkan diriku sendiri dari pada orang disekelilingku.Hmm...kedengarannya egois ya? Yah mau gimana lagi, siapa yang memikirkan diri kita jika tidak kita mulai dari diri kita sendiri?
Dan ketika benar-benar belajar memperhatikan diri kita sendiri, memahami diri kita sendiri sangatlah sulit. Kadang aku tidak tahu apa yang aku inginkan sendiri. Jadi aku butuh waktu untuk benar-benar memahami diriku sendiri. Semua memang tidak bisa jika memahami secara instant, tapi butuh waktu. Dari tahun ke tahun, semakin aku tahu diriku. Dengan aku semakin tahu diriku, aku semakin tahu cara menghargai diriku sendiri.

Dulu aku sering melakukan hal2 yang jauh dari kata menghargai diri sendiri. Meski akhirnya ada beberapa yang menganggapku angkuh, mereka cuma tidak tahu cara menghargai diri sendiri. Melakukan hal-hal yang tidak merugikan diriku sendiri. Selalu menghitung untung dan rugi dalam melakukan apapun. Itu tindakan yang pertama untuk menghargai diri sendiri.

Tindakan kedua yakni tegas dalam segala hal. Meski kesannya sedikit arogan. Aku harus tegas terhadap siapapun. Dalam menentukan keputusan aku pun bertindak tegas. Aku tidak mau merugikan diriku dalam mengambil suatu keputusan. Agar orang lain tahu apa yang kita suka dan tidak kita suka. Jangan semua terserah pada orang lain dalam mengambil keputusan. Kita harus tahu mana yang baik untuk kita dan kalau bisa yang tidak merugikan orang lain.

Tindakan ketiga dengan ekspresi. Aku tidak pernah ragu menunjukkan ekspresi marah atau ketidaksukaanku terharap tindakan orang lain yang aku kira bisa merugikan diriku. Biar orang lain tidak seenaknya sendiri terhadap diriku.

Ini hanya sebagian saja dari caraku menghargai diri sendiri. Tidak tahu lagi cara orang lain. Ini hanyalah diriku. Entah kamu, ia atau mereka. Kalian punya tata cara sendiri-sendiri.

Jumat, 10 April 2009

"Yu" kamu makin cantik


"Dek, len menuju kosmu dari terminal apa aja?Kalau malam ini aku kemalaman di jalan aku nginap di kosmu ya", begitu bunyi sms yang kau kirim malam itu. Aaaargghh...gimana nih.. di kamarku kan lagi ada sahabatku. Mau aku tidurkan dimana kamu 'yu' malam ini. Hemm...untung adik kosku dan sahabatku sangat pengertian. Sahabatku akhirnya tidur di kamar adik kosq. Malam-malam begini kamu rela melakukan perjalanan jauh saat kamu hamil muda begini demi mengobati kerinduanmu pada kampung halaman dan orang tuamu. Melihatnya saja aku tidak tega.

Jam di ruang tamu sudah menunjukkan pukul 21.30 tapi belum terlihat kamu datang atau sms. Aku berjalan ke pasar dekat kos bersama sahabatku, sekedar membeli pengganjal perut. Saat itu ponsel di sakuku berdering. Dering telepon..aku kira darimu 'yu'. Hemm..ternyata ayahmu. Suaranya yang berwibawa...suara yang aku rindukan. Kalimat beliau sungguh membuatku iri padamu 'yu'. Sungguh...aku iri. "ma..mbakmu malam ini katanya mo nginap di kosmu.mengko papaken di depan ya". Perhatiannya padamu membuatku iri sekaligus senang. Ayahmu sangat perhatian dan bertanggung jawab, andai ia ayahku 'yu'....Ah sudahlah...aku cuma bisa menghela nafas.

Tepat pukul 22.00 saat aku sudah di kamar kos, kamu menghubungiku. Sudah didepan kos 'yu' ku yang cantik. Malam ini kamu terlihat anggun dan cantik 'yu'. Balutan busana berwarna ungu, menambah keanggunanmu. Malam ini aku senang kamu datang 'yu'. Setelah sekian lama...setelah kejadian itu...Pelan aku membelai perutmu, didalam perut yang membuncit disana ada hasil cintamu dengan ia. Entah kenapa aku tetap kurang suka dengan suamimu 'yu'. Meski aku tidak suka dengan suamimu, tapi aku sangat mengharap buah cintamu dengannya hadir di muka bumi ini. Meramaikan duniaku...ingin melihatnya dan bersenda gurau dengannya kelak. Pasti putih sepertimu 'yu'. Perkiraan masih bulan september untuk mendengar tangisannya. Aku akan sabar menanti si imut hadir di muka bumi ini. Kehamilan pertamamu ini..aku melihatmu makin cantik.

Dari kita masih kecil, aku sering merasa iri padamu 'yu'. Kamu cantik, pintar, lincah dan cerdas. Enggak salah dari dulu orang tuamu begitu bangga padamu. Kehidupanmu sangat indah dan makmur. Kamu tumbuh di saat ayahmu berjaya. Apa yang kamu minta hampir semua tercukupi. Kasih sayang dan perhatian orang tua dan ketiga kakakmu tercurah padamu. Sungguh dari dulu aku iri padamu...aku yang anak angkat ini selalu mengagumimu. Mengagumi kehidupanmu.

Kamis, 02 April 2009

Ma'afkan Aku yu....

Aku tersentak saat bunyi ponsel berdering....hmm..sms! Oh....kok nomor baru...penasaran...oh dari mbak angkatku. Tumben...angin apa ia sms aku, biasanya kalo cuma ada kepentingan. Sejak kejadian tahun lalu, hubungan kami renggang. Kaku rasanya. Kejadian yang merampas kedekatanku dengan ia.

Ia yang aku kagumi. Cantik, lincah dan sangat pandai dalam segala hal. Kami sudah seperti saudara kandung sendiri. Karena kami dibesarkan bersama-sama. Sejak beberapa tahun kemarin ia dekat dengan suami orang. Aku sudah berusaha untuk mengingatkan ia. Tapi ia ngotot dan ia juga mengaku sudah jujur ke orang tuanya. Mau giman lagi...kenapa orang tua angkatku menyetujui anak kandungnya pacaran dengan suami orang. Entahlah....pusing memikirkannya. Sampai suatu hari semua bergembira karena sebentar lagi mbakku itu dinikahi laki-laki itu. Ya Tuhan...semua family tidak ada yang tahu itu suami orang. Kecuali aku dan orang tua angkatku.

Saat hari ijab, semua pada klimpungan karena pihak keluarga laki-laki tidak ada yang datang. Pihak laki-laki datang cuma bertiga. Ngakunya 1 ayahnya, 1 saudaranya. Semua anggota keluarga besarku tanya "apa yang terjadi". Terutama 3 saudara kandung dan juga kakak-kakak ipar mbakku, mereka semua mendesakku. Aku serba salah dan aku menyuruh mereka untuk bertanya langsung ke orang tua angkatku. Tapi semua memaksaku, dan akhirnya aku jujur. Bahwa mbakku itu dinikahi oleh suami orang. Seperti disambar petir, kakak-kakak angkatku dan juga para ipar langsung emosi. Dan ternyata orang tua angkatku bilang mereka tidak tahu menahu soal status laki-laki itu. Di KTP juga masih lajang. Entahlah...serba mencurigakan. Semua terbongkar setelah acara pernikahan selesai. Ternyata mbakku menipuku dengan bilang ke aku kalau ia sudah jujur ke orang tuanya soal status laki-laki itu. Nasi sudah jadi bubur..mau dikata apa??

Mbakku sedikit jaga jarak setelah kejadian itu. Biarlah...Sekarang ia hamil muda. Hidup ngekos karena ia kerja di luar kota. Semua keluarga hilang simpatik ke suami mbakku itu. Dulu semua simpatik, laki-laki tegap dan dewasa pekerjaan mapan di bidang kontraktor. Mobil bagus dan selalu menjamu siapa saja ke tempat-tempat istimewa. Tapi siapa sangka....setelah semua terbongkar ikut pula terbongkar semua. Kebusukan-kebusukannya.

Hari ini mbakku sms, ia bilang kangen rumah...karena belum bisa pulang. Hamil muda jadi ia mabuk berat...suka muntah-muntah kalau naik kendaraan. Kalau kangen rumah, malam hari ia mendengarkan gending-gending jawa. Hemmm....kesukaan ayah angkatku.Malam ini "yu" ku terlihat sentimentil....si anak mami tidak bisa menghindari kerinduannya terhadap orang tuanya. Satu sisi sering perasaan bersalah muncul di hatiku. Seharusnya aku tidak cerita ke saudaramu atau ke orang tuamu "yu"....bahwa kamu menjadi istri ke 2 dari laki-laki yang begitu kamu agungkan....terus terang "yu" aku sangat membenci ia. Yang merebut kejujuranmu dariku dan kejujuranmu dari keluarga angkatku. Aku benci ia "yu" yang merebutmu dari aku.

Selasa, 31 Maret 2009

Sepasang Merpati


Jiono
Seorang laki paruh baya. Tidak pernah diketahui ia dilahirkan oleh emaknya ditahun berapa. Emaknya lumayan pikun untuk mengingat-ingat tahun kelahiran Jiono. Laki-laki pekerja keras. Kulit hitam legam tubuh pendek kekar dengan gigi ompong. Otak 60% begitu orang-orang disekitar menyebutnya. Logat bicara jawa kental dan cadel. Status suami dengan 3 anak perempuan dari istri setia bernama Menik. Sejak awal hidupnya, Jiono hidup dalam garis kemiskinan. Tapi nasib itulah yang membuatnya kuat dan menjadi laki-laki hebat yang membuatku berdecak kagum.

Menik
Sosok istri yang bertanggung jawab. Orang-orang mengatakan ia tidak jauh dari suaminya, memiliki otak 50% dari batas manusia dikatakan normal. Setiap ucapnya yang juga cadel lebih ketara tidak jelas antara konsonan huruf-huruf yang ia ucapkan. Wanita tegar dengan jutaan kekurangan, yang aku kagumi. Meski mimiliki ribuan kekurangan di mata manusia normal pada umumnya, tapi ia pekerja keras dan ulet. Memiliki 3 anak perempuan dan semua normal dan sehat...Subhanallah!!

Awal Kisah Jiono dan Menik
Aku tidak sebegitu ingat kapan mulanya mereka bekerja di keluargaku. Aku masih terlalu kecil saat aku menyadari begitu banyak pekerja di rumah yang aku huni. Waktu itu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, waktu berita menggemparkan desaku dan juga keluargaku. Salah satu pekerja di rumahku diperkosa saat pulang dari rumah tetangganya hanya untuk sekedar melihat tayangan televisi. Kasus itu berakhir dengan baik, terbongkar pelakunya dan diselesaikan dengan kekeluargaan. Bayi Menik dilahirkan.
Saat anaknya berumur 1 tahunan. Ketua pekerja di rumahku bertanya kepada Menik "kamu mau kalau dinikahi sama Jiono?". Menik bilang emoh. Hahaha...ternyata Menik juga punya selera...ups...Tapi di tahun berikutnya.Tiba-tiba Menik menikah dengan Jiono. Apakah ini yang namanya jodoh?? Entahlah...
Sungguh indah rencana Tuhan...

Sepasang Merpati
Mereka hidup rukun, dirumah kecil dan memiliki 1 anak perempuan dari pernikahannya dengan Jiono. Kemana-mana mereka selalu bertiga, naik sepeda unta tua. Kehidupannya juga seperti manusia "normal" lainnya. Kehidupan yang sederhana.Dan juga romantis.Mencuci baju bersama, dijemur bersama sambil bercanda-canda. Saat aku melihat mereka, aq tersenyum simpul. Orang seperti mereka bisa hidup rukun dan langgeng....kenapa yang serba "normal" malah banyak yang cerai?? Apa beda mereka dengan "kita"?? Siapa yang waras?? "Kita" atau mereka itu? Sepasang merpati putih.....Usia pernikahan mereka sudah lebih dari 15 tahun. Dan sudah hampir menjadi kakek nenek yang kehidupannya langgeng-langgeng saja...

Senin, 30 Maret 2009

Janji-Janji Tuhan


Saat aku merasa sedih atau merasa sendiri aku selalu berusaha positif thinking pada kehidupan dan juga pada Sang Pencipta. Segala hal yang menimpaku di dunia ini ini hanyalah ujian dan latihan hidup. Bukan karena Tuhan tidak sayang kepadaku. Ini semua hanya untuk mengasah dan menempaku, untuk melatih jiwa ragaku agar aku menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Saat mengalami krisis kepercayaan tentang kehidupan...aku mencoba mengingat janji-janji Tuhan di tertuang di dalam Al-Qur'an. Janji-janji Tuhan yang membuat aku selalu bersemangat dalam menjalani hari-hariku.

Inilah sebagian janji-janji Tuhan yang membuat hidupku semangat:

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.s Al- Insyirah[94] : 5-6).

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (Q.s Ali Imran [3] : 186).

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Q.s Al-Baqarah [2] : 155).

"Apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpakan malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.s Al- Baqarah[2] : 214).

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (Q.s Al-Anbiya[21] : 35).

"Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya." (Q.s Al-Mu'minun[23] :62).

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Q.s Al-Baqarah[2] : 286).

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (Q.s Al-A'raf[7] : 42).

"Allah kelak akan memberikan kemudahan setelah kesulitan." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 7).

"...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (Q.s Al-Baqarah[2] :185).

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahuinya." (Q.s Al-Baqarah[2] : 216).

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Q.s Al-Ankabut[29] : 2-3).

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 3).

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Q.s Ath-Thalaq[65] : 2).

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.s Al-Baqarah[2] : 214).

"Katakanlah: hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s Az-Zumar[39] : 53).

"Maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada orang-orang yang bertobat." (Q.s Al-Isra[17] : 25).

"Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.s Asy-Syura[42]: 30).

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat." (Q.s Hud[11] : 3).

"....Janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah ialah orang-orang yang kafir." (Q.s Yusuf[12]: 87).

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." (Q.s Al-Baqarah[2] : 263).

"Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan RasulNya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgndakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak." (Q.s Al Hadid[57] : 18).

"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Q.s Ali Imran[3] : 134).

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Q.s Ath-Thalaq[65]: 4).

"Barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.s Al-Araf[7] : 35).

"Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (Q.s Qaf[50]: 16).

Jumat, 27 Maret 2009

Suami Idaman


Tiap wanita yang belum menikah tentu punya gambaran, seperti apa suami yang diingkannya kelak. Begitu pula aku. Aku juga tahu bahwa didunia tidak ada yang sempurna. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pasangan yang sempurna? Semua pasti juga menginginkan. Tapi sekali lagi tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Suami seperti apa yang wanita inginkan??

Seagama. Memiliki iman yang kuat terhadap Tuhan dan agama yang diyakininya. Sehingga bisa membimbing istri dan anak ke arah yang baik dalam berumah tangga.

Mapan. Memiliki pekerjaan tetap. Karena dalam berumah tangga financial sangat diperlukan untuk menyokong kehidupan. Uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya butuh uang.

Berpendidikan. Apakan menurut kalian juga penting? Menurutku penting..

Perhatian. Kebanyakan laki-laki cuek..tapi tidak sedikit yang perhatian juga.

Bertanggung jawab. Nah yang ini wajib bangettt....

Tapi dari semua itu aku menyadari bahwa didunia tidak ada manusia yang sempurna. Aku harus belajar menerima kekurangan orang lain. Menerima kekurangan dan juga kelebihan pasangan kita.