Jumat, 10 April 2009

"Yu" kamu makin cantik


"Dek, len menuju kosmu dari terminal apa aja?Kalau malam ini aku kemalaman di jalan aku nginap di kosmu ya", begitu bunyi sms yang kau kirim malam itu. Aaaargghh...gimana nih.. di kamarku kan lagi ada sahabatku. Mau aku tidurkan dimana kamu 'yu' malam ini. Hemm...untung adik kosku dan sahabatku sangat pengertian. Sahabatku akhirnya tidur di kamar adik kosq. Malam-malam begini kamu rela melakukan perjalanan jauh saat kamu hamil muda begini demi mengobati kerinduanmu pada kampung halaman dan orang tuamu. Melihatnya saja aku tidak tega.

Jam di ruang tamu sudah menunjukkan pukul 21.30 tapi belum terlihat kamu datang atau sms. Aku berjalan ke pasar dekat kos bersama sahabatku, sekedar membeli pengganjal perut. Saat itu ponsel di sakuku berdering. Dering telepon..aku kira darimu 'yu'. Hemm..ternyata ayahmu. Suaranya yang berwibawa...suara yang aku rindukan. Kalimat beliau sungguh membuatku iri padamu 'yu'. Sungguh...aku iri. "ma..mbakmu malam ini katanya mo nginap di kosmu.mengko papaken di depan ya". Perhatiannya padamu membuatku iri sekaligus senang. Ayahmu sangat perhatian dan bertanggung jawab, andai ia ayahku 'yu'....Ah sudahlah...aku cuma bisa menghela nafas.

Tepat pukul 22.00 saat aku sudah di kamar kos, kamu menghubungiku. Sudah didepan kos 'yu' ku yang cantik. Malam ini kamu terlihat anggun dan cantik 'yu'. Balutan busana berwarna ungu, menambah keanggunanmu. Malam ini aku senang kamu datang 'yu'. Setelah sekian lama...setelah kejadian itu...Pelan aku membelai perutmu, didalam perut yang membuncit disana ada hasil cintamu dengan ia. Entah kenapa aku tetap kurang suka dengan suamimu 'yu'. Meski aku tidak suka dengan suamimu, tapi aku sangat mengharap buah cintamu dengannya hadir di muka bumi ini. Meramaikan duniaku...ingin melihatnya dan bersenda gurau dengannya kelak. Pasti putih sepertimu 'yu'. Perkiraan masih bulan september untuk mendengar tangisannya. Aku akan sabar menanti si imut hadir di muka bumi ini. Kehamilan pertamamu ini..aku melihatmu makin cantik.

Dari kita masih kecil, aku sering merasa iri padamu 'yu'. Kamu cantik, pintar, lincah dan cerdas. Enggak salah dari dulu orang tuamu begitu bangga padamu. Kehidupanmu sangat indah dan makmur. Kamu tumbuh di saat ayahmu berjaya. Apa yang kamu minta hampir semua tercukupi. Kasih sayang dan perhatian orang tua dan ketiga kakakmu tercurah padamu. Sungguh dari dulu aku iri padamu...aku yang anak angkat ini selalu mengagumimu. Mengagumi kehidupanmu.

Kamis, 02 April 2009

Ma'afkan Aku yu....

Aku tersentak saat bunyi ponsel berdering....hmm..sms! Oh....kok nomor baru...penasaran...oh dari mbak angkatku. Tumben...angin apa ia sms aku, biasanya kalo cuma ada kepentingan. Sejak kejadian tahun lalu, hubungan kami renggang. Kaku rasanya. Kejadian yang merampas kedekatanku dengan ia.

Ia yang aku kagumi. Cantik, lincah dan sangat pandai dalam segala hal. Kami sudah seperti saudara kandung sendiri. Karena kami dibesarkan bersama-sama. Sejak beberapa tahun kemarin ia dekat dengan suami orang. Aku sudah berusaha untuk mengingatkan ia. Tapi ia ngotot dan ia juga mengaku sudah jujur ke orang tuanya. Mau giman lagi...kenapa orang tua angkatku menyetujui anak kandungnya pacaran dengan suami orang. Entahlah....pusing memikirkannya. Sampai suatu hari semua bergembira karena sebentar lagi mbakku itu dinikahi laki-laki itu. Ya Tuhan...semua family tidak ada yang tahu itu suami orang. Kecuali aku dan orang tua angkatku.

Saat hari ijab, semua pada klimpungan karena pihak keluarga laki-laki tidak ada yang datang. Pihak laki-laki datang cuma bertiga. Ngakunya 1 ayahnya, 1 saudaranya. Semua anggota keluarga besarku tanya "apa yang terjadi". Terutama 3 saudara kandung dan juga kakak-kakak ipar mbakku, mereka semua mendesakku. Aku serba salah dan aku menyuruh mereka untuk bertanya langsung ke orang tua angkatku. Tapi semua memaksaku, dan akhirnya aku jujur. Bahwa mbakku itu dinikahi oleh suami orang. Seperti disambar petir, kakak-kakak angkatku dan juga para ipar langsung emosi. Dan ternyata orang tua angkatku bilang mereka tidak tahu menahu soal status laki-laki itu. Di KTP juga masih lajang. Entahlah...serba mencurigakan. Semua terbongkar setelah acara pernikahan selesai. Ternyata mbakku menipuku dengan bilang ke aku kalau ia sudah jujur ke orang tuanya soal status laki-laki itu. Nasi sudah jadi bubur..mau dikata apa??

Mbakku sedikit jaga jarak setelah kejadian itu. Biarlah...Sekarang ia hamil muda. Hidup ngekos karena ia kerja di luar kota. Semua keluarga hilang simpatik ke suami mbakku itu. Dulu semua simpatik, laki-laki tegap dan dewasa pekerjaan mapan di bidang kontraktor. Mobil bagus dan selalu menjamu siapa saja ke tempat-tempat istimewa. Tapi siapa sangka....setelah semua terbongkar ikut pula terbongkar semua. Kebusukan-kebusukannya.

Hari ini mbakku sms, ia bilang kangen rumah...karena belum bisa pulang. Hamil muda jadi ia mabuk berat...suka muntah-muntah kalau naik kendaraan. Kalau kangen rumah, malam hari ia mendengarkan gending-gending jawa. Hemmm....kesukaan ayah angkatku.Malam ini "yu" ku terlihat sentimentil....si anak mami tidak bisa menghindari kerinduannya terhadap orang tuanya. Satu sisi sering perasaan bersalah muncul di hatiku. Seharusnya aku tidak cerita ke saudaramu atau ke orang tuamu "yu"....bahwa kamu menjadi istri ke 2 dari laki-laki yang begitu kamu agungkan....terus terang "yu" aku sangat membenci ia. Yang merebut kejujuranmu dariku dan kejujuranmu dari keluarga angkatku. Aku benci ia "yu" yang merebutmu dari aku.